·   Log in
Inna lillahi wa Inna Ilaihi raji'un telah berpulang ke rahmatullah Syaikhul Azhar Asy-Syarif Prof.DR. M. Sayyid Tantawi pada hari Rabu tanggal 10 maret 2010 di Jeddah Saudi Arabia. semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya, dan menerima segala amal sholehnya, amin ya rabbal 'alamin

Sejarah News

Christiaan Snouck Hurgronje thumbnail

Christiaan Snouck Hurgronje

Christiaan Snouck Hurgronje Snouk Hurgronje atau Christiaan Snouck Hurgronje (1857-1936) lahir pada 8 Februari 1857 di Tholen, Oosterhout, Belanda. Seperti ayah, kakek, dan kakek buyutnya yang betah menjadi pendeta Protestan, Snouck pun sedari kecil sudah diarahkan pada bidang teologi. Tamat sekolah menengah, dia melanjutkan ke Universitas Leiden untuk mata kuliah Ilmu Teologi dan Sastra Arab, 1875. Lima tahun kemudian, dia tamat dengan predikat cum laude dengan disertasi Het Mekaansche Feest (Perayaan di Mekah). Tak cukup bangga dengan kemampuan bahasa Arabnya, Snouck kemudian melanjutkan pendidiklan ke Mekkah, 1884. Di Mekkah, keramahannya dan naluri intelektualnya membuat para ulama tak segan membimbingnya. Dan untuk kian merebut hati ulama Mekkah, Snouck memeluk Islam dan berganti nama menjadi Abdul Ghaffar.
Perang Aceh Pertama thumbnail

Perang Aceh Pertama

Jenderal J.H. Köhler terbunuh dekat Masjid Raya Baiturrahman Perang Aceh Pertama adalah ekspedisi Belanda terhadap Aceh pada tahun 1873 yang bertujuan mengakhiri Perjanjian London 1871, yang menindaklanjuti traktat dari tahun 1859 (diputuskan oleh Jan van Swieten). Pemblokiran Pantai Sumatera Melalui pengesahan Perjanjian Sumatera, Belanda berhak mendapatkan pantai utara Sumatera yang di situ banyak terjadi perompakan. Komisaris Pemerintah Frederik Nicolaas Nieuwenhuijzen yang mengatur Aceh mencoba mengadakan perundingan dengan Sultan Aceh namun tidak mendapatkan apa yang diharapkan sehingga ia menyatakan perang pada Aceh atas saran GubJen James Loudon. Blokade pesisir tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Ekspedisi pertama Belanda kemudian memerintahkan ekspedisi pertama ke Aceh, di bawah pimpinan Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler dan setelah kematiannya tugasnya digantikan oleh Kolonel Eeldert Christiaan van Daalen. Dalam ekspedisi tersebut dipergunakan senapan Beaumont untuk pertama kalinya namun ekspedisi tersebut berakhir dengan kembalinya pasukan Belanda ke Jawa. Tak dapat disangkal bahwa Masjid Raya Baiturrahman direbut 2 kali (dan di saat yang kedua kalinya tewaslah Köhler). Terjadi serbuan beruntun ke istana pada tanggal 16 April di bawah pimpinan Mayor F.P. Cavaljé namun tidak dapat menduduki lebih lanjut karena keulungan orang Aceh serta banyaknya serdadu yang tewas dan terluka.
Perang Aceh Melawan Belanda thumbnail

Perang Aceh Melawan Belanda

Van Heutsz sedang memerhatikan pasukannya dalam penyerangan di Perang Aceh Perang Aceh adalah perang Kesultanan Aceh melawan Belanda dimulai pada
Teungku Cik DiTiro thumbnail

Teungku Cik DiTiro

Teungku Chik di Tiro Teungku Cik DiTiro atau Muhammad Saman, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Teuku Cik Di Tiro (Tiro, Pidie, 1836–Aneuk Galong, 1891), adalah seorang pahlawan dari Aceh. Ia adalah putra dari Teungku Sjech Ubaidillah. Sedangkan ibunya bernama Siti Aisyah, putri Teungku Sjech Abdussalam Muda Tiro. Ia lahir pada tahun 1836, bertepatan dengan 1251 Hijriah di Dajah Jrueng kenegerian Tjombok Lamlo, Tiro, daerah Pidie, Aceh. Ia dibesarkan dalam lingkungan agama yang ketat. Ketika ia menunaikan ibadah haji di Mekkah, ia memperdalam lagi ilmu agamanya. Selain itu tidak lupa ia menjumpai pimpinan-pimpinan Islam yang ada di sana, sehingga ia mulai tahu tentang perjuangan para pemimpin tersebut dalam berjuang melawan imperialisme dan kolonialisme. Sesuai dengan ajaran agama yang diyakininya, Teungku Cik Di Tiro sanggup berkorban apa saja baik harta benda, kedudukan, maupun nyawanya demi tegaknya agama dan bangsa. Keyakinan ini dibuktikan dengan kehidupan nyata, yang kemudian kebih dikenal dengan Perang Sabil.
Panglima Polem thumbnail

Panglima Polem

Panglima Polem Sampai saat ini belum ditemukan keterangan yang jelas mengenai tanggal dan tahun kelahiran Teuku Panglima Polem Muhammad Daud, yang jelas ia berasal dari keturunan kaum bangsawan Aceh. Ayahnya bernama Panglima Polem VIII Raja Kuala anak dari Teuku Panglima Polem Sri Imam Muda Mahmud Arifin yang juga terkenal dengan Cut Banta (Panglima Polem VII (1845-1879). Mahmud Arifin merupakan Panglima Sagoe XXVI Mukim Aceh Besar. Setelah dewasa, Teuku Panglima Polem Muhammad Daud menikah dengan salah seorang puteri dari Tuanku Hasyim Bantamuda, tokoh Aeeh yang seperjuangan dengan ayahnya. Dia diangkat sebagai Panglima Polem IX paada bulan Januari 1891 untuk menggantikan ayahnya Panglima Polem Raja Kuala yang telah berpulang ke rahmatullah. Setelah pengangkatannya sebagai Panglima dia kemudian mempunyai nama lengkap Teuku Panglima Polem Sri Muda setia Perkasa Muhammad Daud. Dalam perjuangannya Panglima Polem Raja Daud secara tidak langsung juga memperoleh dukungan dari para ulama Aceh. Sebagai pendukung utama, Teungku Muhammad Amin dan Teungku Beb diangkat menjadi panglima besar. Sampai tahun 1896, Belanda masih sulit mencapai kubu-kubu pertahanan Aeeh. Umar bersama 15 orang panglimanya pada bulan September 1893, secara para-para menYerahkan pada $elanda, setelah terjadi penyerahan, patroli Belanda di daerah Lam Kra’ VII, Mukim Ba’et Aeeh Besar. Teuku Umar bersama 15 orang berbalik kembali membela rakyat Aceh. Sementara itu Teuku Panglima Polem Muhammad Daud bersama 400 orang pasukannya bergabung dengan Teuku Umar untuk menghadapi serangan Belanda. Dalam pertempuran tersebut pasukan Belanda sangat marah karena dari pihak mereka ada jatuh koraban sebanyak 25 orang tewas dan 190 orang luka-luka.
Laksamana Keumalahayati thumbnail

Laksamana Keumalahayati

Laksamana Keumalahayati 1. Riwayat Hidup Laksamana Keumalahayati merupakan wanita pertama di dunia yang pernah menjadi seorang laksamana. Ia lahir pada masa kejayaan Aceh, tepatnya pada akhir abad ke-XV. Berdasarkan bukti sejarah (manuskrip) yang tersimpan di University Kebangsaan Malaysia dan berangka tahun 1254 H atau sekitar tahun 1875 M, Keumalahayati berasal dari keluarga bangsawan Aceh. Belum ditemukan catatan sejarah secara pasti yang menyebutkan kapan tahun kelahiran dan tahun kematiannya. Diperkirakan, masa hidupnya sekitar akhir abad XV dan awal abad XVI. Laksamana Keumalahayati adalah putri dari Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1530-1539 M. Sultan Salahuddin Syah merupakan putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M) yang merupakan pendiri Kesultanan Aceh Darussalam. Jika dilihat dari silsilah tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Laksamana Keumalahayati merupakan keturunan darah biru atau keluarga bangsawan keraton. Ayah dan kakeknya pernah menjadi laksamana angkatan laut. Jiwa bahari yang dimiliki ayah dan kakeknya tersebut kelak berpengaruh besar terhadap kepribadiannya. Meski sebagai seorang wanita, ia tetap ingin menjadi seorang pelaut yang gagah berani seperti ayah dan kakeknya tersebut.
Tengku Fakinah thumbnail

Tengku Fakinah

Menurut catatan pada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Banda Aceh, adalah seorang pahlawan yang juga ulama puteri yang terkenal di Aceh. Ia lahir pada tahun 1856. Orang tuanya Teungku Datuk dan Cut Mah dari Kampung Lam Beunot (Lam Taleuk), Mukim Lam Krak VII, Sagi XXII Mukim, Aceh Besar. Sejak kecil, Teungku Fakinah diajarkan mengaji oleh kedua orang tuanya. Di samping itu, Teungku Fakinah juga diajarkan keterampilan seperti menjahit, membuat kerawang sutera dan kasab. Dari ketekunan dan kegigihannya belajar ilmu Agama Islam, maka setelah dewasa ia digelar Teungku Faki.

Page 1 of 712345...Last »

Latest post

In The New

A Plugin Broke Your WordPress Blog? Here Is What To Do thumbnail

A Plugin Broke Your WordPress Blog? Here Is What To Do

by Daniel Scocco Most WordPress users had this experience at least once. You find a cool plugin around the web, rush to upload it to your server, activate it, and then when you check the blog to see if its working, bang! The blog crashes and you can’t even load the homepage….
Wujud Syukur dengan Hati, Lisan dan Perbuatan thumbnail

Wujud Syukur dengan Hati, Lisan dan Perbuatan

Assalamualaikum Wr Wb Bissmillahirrohmman irrohiim “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba- Mu yang saleh”. Incoming search terms for the article:tafsir surat an nahl ayat 78
Bumi Planet Yang diciptakan Untuk Manusia thumbnail

Bumi Planet Yang diciptakan Untuk Manusia

Bissmillahirrohmaan irrohiim “Dan kepunyaan-Nya- lah segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan untuk-Nya-lah ketaatan itu selama-lamanya, maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah ?, dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan”. QS. An-Nahl 16:52-53.
Surah Al-Baqarah ayat 121-130 thumbnail

Surah Al-Baqarah ayat 121-130

الَّذينَ ءاتَينٰهُمُ الكِتٰبَ يَتلونَهُ حَقَّ تِلاوَتِهِ أُولٰئِكَ يُؤمِنونَ بِهِ ۗ وَمَن يَكفُر بِهِ فَأُولٰئِكَ هُمُ الخٰسِرونَ Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
MUSIBAH SEBAGAI KASIH SAYANG ALLAH thumbnail

MUSIBAH SEBAGAI KASIH SAYANG ALLAH

Oleh Dr. Aidh Al-Qarni Musibah itu akan mendekatkan anda kepada Allah, Mengajarkan anda untuk berdoa, Menghilangkan kesombongan anda, sikap ujub dan kebanggaan